Cerita Anak

Oktober 5, 2012 darisetianingsih

Akibat tidak Bisa Menahan Rasa Marah

Di sebuah danau tinggallah 2 ekor bangau kakak beradik, jantan dan betina. Pada saat musim kemarau panjang tiba, sungai-sungai mengering. Bangau jantan berkata kepada adiknya, “Danau ini hampir kering, kalau kita tidak mencari tempat tinggal lain, kita tidak akan bertahan hidup lebih lama lagi”.

“Ya benar, tapi akan mencari tempat tinggal di mana kita kak?” tanya adik      bangau.

“Aku juga tidak tahu. Tapi kita harus secepatnya mengungsi dari danau ini, di manapun tempatnya yang penting ada makanan supaya kita bisa       bertahan hidup”.

Adik bangau terdiam, tampaknya ia berat meninggalkan danau itu karena sejak masih kecil ia biasa main di danau tersebut.

“Tapi apakah kakak tidak merasa berat meninggalkan danau ini? Bukankah kita sudah lama tinggal di danau ini kak?” tanya sang adik kepada kakaknya.

“Aku memang merasa berat, namun apa gunanya temapt ini kalau sudah tidak dapat lagi kita harapkan. Lebih baik kita mencari tempat tinggal yang lain. Barangkali di tempat yang lain ada tempat yang lebih bagus dari     tempat ini”.

Kakak bangau meyakinkan adiknya.

“Baiklah, aku akan menurut saja kepada kakak. Tapi aku mempunyai satu permintaan”, kata adik bangau menyetujui.

“Permintaan apa?” tanya kakak bangau.

“Suatu ketika jika kita rindu danau ini kita akan datang ke danau ini lagi”.

“Ya, aku setuju”.

Ketika kakak beradik bangau akan pergi meninggalkan danau, tiba-tiba mereka bertemu dengan dua ekor kura-kura.

“Hai, kalian mau ke mana?” tanya seekor kura-kura jantan.

“Kami ingin pergi dari danau ini. Danau ini sudah hampir kering. Ikannya sudah tinggal sedikit. Kalau tidak pergi dari danau ini, kami pasti akan mati”, jawab kakak bangau.

“Kalian mau pergi? Lalu kami akan bersama siapa?” tanya kura-kura batina.

“Kami sendiri merasa berat meninggalkan kalian. Kalian sudah kami anggap sebagai saudara. Tapi apa boleh buat, ini sudah menjadi kaputusan kami”, kata adik bangau.

“Jikalau kalian pergi apakah kalian masih ingat kami?” tanya kura-kura.

“Tentu kami masih ingat sama kalian. Besok kalau kami sudah mendapatkan tempat yang baru kami akan memberitahu kalian secepatnya”. Kata kakak bangau kepada dua ekor kura-kura.

“Hanya memberitahu kami?” tanya kura-kura jantan.

“Nanti kalian berdua bisa menyusul”, jawab kakak bangau.

“Apakah kalian tidak menyadari bahwa langkah kami begitu pendek dan jalan kami begitu lambat?” tanya kura-kura jantan.

“Lalu mau kalian apa?” tanya adik bangau.

“Tolong, kalau bisa besok kami digendong ke sana”, kata kura-kura betina.

“Digendong, apa mungkin?” tanya adik banganu.

“Ah masalah itu bisa kita bicarakan besok saja kalau sudah jelas tempat yang akan kita tuju. Yang penting sekarang kita cari tempatnya dahulu”. Kata kakak bangau.

“Baiklah kalau memang demikian. Semoga kalian segera mendaptkan tempat untuk tempat tinggal baru kita”, kata kura-kura jantan.

“Tentu”. Jawab kakak bangau.

Kedua bangau kakak beradik itu pun segera terbang ke angkasa. Setelah berjam-jam terbang mereka baru mendapatkan satu tempat yang nyaman. Sebuah danau mungil yang indah, airnya melimpah dan ikannya banyak. Karena begitu gembiranya, mereka melupakan kedua kura-kura yang menjadi sahabatnya.

Pada suatu hari adik bangau sakit, semakin hari sakitnya semakin parah. Akhirnya ia pun mati. Kakak bangau merasa sangat sedih, sekarang ia merasa kesepian. Banyaknya makanan dan indahnya pemandangan di danau itu tidak diperhatikannya.

Tiba-tiba kakak bangau teringat kepada kedua kura-kura sahabatnya.

“Oh ya, bukankah aku telah berjanji kepada kedua kura-kura sahabatku bahwa aku akan memberitahukan kepada mereka jika telah menemukan tempat yang bagus. Barangkali ini dosa kami karena telah melupakan sahabat.” Kata kakak bangau.

Setelah teringat akan janjinya kemudia kakak bangau terbang tinggi ke danau tinggalnya semula. Setelah terbang melintasi angkasa, akhirnya kakak bangau sampai ke danau tempat tinggalnya dahulu. Keadaan danau itu tidak lebih baik ketika ia tinggalkan dahulu. Airnya semakin surut dan seakan-akan sudah tidak ada ikan lagi. Ia mencari kedua kura-kura sahabatnya.

“Kura-kura, di mana kamu?” tanya kakak bangau.

“Kami di sini,” jawab kedua kura-kura tersebut.

“Aku sudah menemukan tempat yang bagus sekarang.” Kata kakak bangau

“Benarkah? Mengapa kamu tidak segera mengabarkan kepada kami?”

“Lho, di mana adik bangau?” tanya kura-kura betina.

 

Kepala kakak bangau tertunduk, matanya mengeluarkan air mata.

“Mengapa kamu menangis?” tanya kura-kura jantan.

“Adik ku sudah meninggal,” jawab kakak bangau.

“Meninggal?” tanya kedua kura-kura itu secara serempak.

“Ya. Sesungguhnya sudah beberapa hari kami menemukan tempat tinggal baru yang bagus dan indah itu. Sebuah danau yang mungil, airnya melimpah, ikannya banyak, dan pemandangannya indah. Karena begitu senangnya kami, hingga kami melupakan kalian. Kemudian tiba-tiba adik ku sakit dan akhirnya meninggal. Setelah merasa kesepian aku baru ingat pada kalian berdua.”

Kakak bangau sesenggrukan. Kedua kura-kura pun ikut menangis.

“Maukah kalian memaafkanku?” tanya kakak bangau.

“Tentu saja. Bukankah kita ini seperti keluarga?” kata kura-kura betina.

“Sekarang apa langkah kita selanjutnya? Danau ini sudah tidak dapat kita harapkan,” kata kura-kura jantan.

“Aku ingin membawa kalian ke sana.”

“Membawa kami?” tanya kedua kura-kura.

“Bagaimana mungkin? Punggungmu tidak bisa untuk kami naiki bersama,” tanya kura-kura betina.

“Ambillah sebatang ranting,” kata kakak bangau.

Kura-kura jantan pun mengambil sebatang ranting panjang. Lalu diperlihatkan kepada bangau. Bangau berkata, “Aku akan menggigit ranting ini di tengah-tengah. Lalu, kura-kura jantan menggigit ujung ranting yang kanan dan kura-kura betina menggigit ujung ranting yang kiri. Lalu aku akan membawa kalian terbang tinggi. Ingat, jangan sampai kalian berbicara agar gigitan ini tidak lepas.”

“Baiklah,” kata kedua kura-kura secara bersamaan.

Mereka menggigit ranting dengan sekuat tenaga. Bangau pun terbang tinggi membawa kedua kura-kura sahabatnya menuju tempat tinggal yang baru. Ketika mereka di angkasa, ada sekawanan anjing hutan melihatnya.

“Hai kawan siapa yang terbang di atas itu?’ tanya seekor anjing hutan.

“Itu kan bangau,” jawab temannya.

“Membawa apa bangau itu?”

“Kura-kura.”

“Kura-kura?” jawab yang lain. “Itu bukan kura-kura. Bangau itu membawa kotoran kerbau. Lihat saja tuh bentuknya bundar seperti kotoran kerbau.”

Di udara kura-kura jantan merasa tersinggung mendengar ucapan anjing hutan tersebut.

“Bukaaaaaaaan! Aku bukan kotoran kerbau” teriaknya spontan.

Karena kura-kura jantan membuka mulutnya untuk berteriak, maka ranting itu pun lepas. Dan kura-kura jantan terjatuh ke bawah. Karena hanya tinggal satu kura-kura maka keseimbangan pun hilang, sehingga kura-kura betina pun ikut terjatuh ke tanah dan meninggal. Kedua bangkai kura-kura itu dimakan oleh anjing-anjing hutan yang telah menghina kura-kura tersebut.

 

Nilai Sosial: “Jika kita mendapatkan sesuatu yang baru, kita jangan melupakan sahabat kita. Apalagi sahabat tersebut adalah sahabat terdekat kita.”

“Jangan mudah marah dengan perkataan yang diucapkan oleh orang lain, karena rasa marah akan membuat diri kita menjadi rugi dan rasa marah itu tidak akan mendatangkan kebaikan.”

 

 

 

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2012
S S R K J S M
« Apr   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: